Sayid Ebrahim Raisi, Presiden Republik Islam Iran dalam pertemuan yang diadakan untuk memperingati 44 tahun kemenangan Revolusi Islam pada Senin (6/2/2023) malam mengatakan, "Di hari-hari peringatan Fajar Kemenangan mengingatkan semua orang akan kemenangan besar dari bangsa Iran. Kemenangan ini berkat kesadaran setiap orang Iran dari berbagai kalangan etnis, rasa maupun agama yang berbeda-beda,".
"Perlawanan rakyat Iran sebagai penyebab kegagalan tekanan maksimum Amerika Serikat. Bangsa Iran harus meningkatkan kohesi dan persatuannya dengan perlawanan dan kerja lebih keras untuk meningkatkan independensi politik, ekonomi dan budayanya sendiri," ujar Raisi.
Di bagian lain pidatonya, Raisi menyinggung masalah penistaan terhadap kitab suci Al-Quran dan Nabi Muhammad Saw sebagai penghinaan terhadap semua Nabi dan agama ilahi.(PH)
342/